Kau bertanya padaku
tentang dua mata peri
Percayalah
binarnya tak seterang
mata bunda
kala menatap
dan menggenggam tanganmu
Pada setiap nafasnya
bunda membuat matahari-matahari baru
dalam jiwamu
Kau bertanya padaku
tentang dua kaki gunung itu
Percayalah
kokohnya tak setegar
bahu ayah
kala memanggulmu
tanpa istirahat
Pada setiap napasnya
ayah memancangkan tiang-tiang asa
agar langkahmu sampai pada bianglala

No comments:
Post a Comment